VISI PERIPHERAL #05: SAY HELLO TO WACHITO RICO, ALBUM DEBUT BOY PABLO



    Kembali lagi dalam VISI PERIPHERAL edisi “tidak peduli besok ulangan yang penting publish”. Kali ini kayaknya udah banyak yang kenal. Selain mereka udah sampai skena indie pop international, band asal Bergen, Norwegia ini udah punya cukup fans dari berbagai usia dan kalangan. Indie po dan indie rock jadi andalan mereka. Boy pablo for you.

   Baru-baru ini, Pablo baru aja ngeluarin album debut. Yes, Pablo adalah frontman dari Boy Pablo. Tipikal band kayak Bon Jovi yang dipimpin Jon Bon Jovi. Tapi kita bahas itu ntar, kita bahas albumnya dulu. Album ini diberi nama “Wachito Rico”. Menurut kolom komentar di youtube mereka, wachito rico dalam bahasa Chile bermakna sexy man. Btw, itu bahasa slang, jadi kalau kalian masukin ke google translate ngga akan keluar maknanya

   Album perdana mereka ini berisi 13 track dengan durasi 40 menit 38 detik. ‘Hey girl’ menjadi lagu paling sering didengar dialbum ini dengan total 15juta+ streaming. Penasaran sama ‘Hey girl’? langsung dengerin dibawah ini.



   Ok kita masuk ke Boy Pablo. Boy pablo sendiri merupakan sebuah projek bentukan Nicolas Pablo Muñoz yang merupakan keturunan Chile. Ia bersekolah di sebuah sekolah musik privat dekat daerah Os. Digagas pada akhir 2015 tepatnya bulan Desember dan baru mendapatkan perhatian Norwegia pada tahun 2016. Lagu “Losing You” dan “Everytime” melambungkan nama mereka. Walhasil, mereka sempat melakukan tur ke Eropa, US, dan beberapa negara di Asia termasuk Indonesia yang digelar di Jakarta.

   Nicolas sebenarnya memproduksi sendiri hampir keseluruhan lagunya. Namun untuk keperluan live performance ia menggaet beberapa temannya semasa sekolah. Jadilah band ini beranggotakan  Nicolas Pablo Muñoz sebagai gitaris dan vokalis, Gabriel sebagai gitaris, Eric Tryland sebagai pianis dan backing vokal, Henrik Åmdal sebagai bassist serta Sigmund Vestrheim sebagai drummer.

   Secara pribadi, hampir semua lagu boy pablo enak didengar. Terlebih aku emang penikmat genre indie pop dan indie rock. Namun, ada hal yang menurutku jadinya agak kurang. Jadinya kayak monoton. Hampir semua lagu mirip-mirip meski ngga ngebosenin walau didengerin berulang kali. Mungkin itu juga penyebabnya kenapa beberapa lagu dialbum wachito rico ini ngga bergenre indie pop. Ambil contoh te vas yang selow banget. Atau i <3 u yang cukup melow. Ini mungkin bentuk improve mereka dari lagu-lagu sebelumnya. Sekali lagi congrats Pablo.

   Buat penutup, ini dua lagu boy pablo favorit aing. See ya.





Komentar

Postingan Populer