VISI PERIPHERAL #03: THE CAT POLICE, KESANTUYAN YANG DATANG DARI TANGGERANG
Selamat
datang kembali di VISI PERIPHERAL!
Dimana kita bakal menguak “harta karun” musik entah itu tanah air, maupun
mancanegara. “Harta karun” disini bisa genre, band atau cuman satu lagu doang.
Dan kali ini datang dari dalam negri lebih tepatnya Tanggerang. Ladies and gentleman, this is The Cat Police.
Seperti
biasa, band ini ngga sengaja ketemu, tapi kali ini ngga lewat spotify tapi lewat youtube. Jadi, waktu itu ndengerin lagu The Panturas. Bagi yang belum tau The Panturas, mungkin bakal kita
bahas lain kali. Sehabis ndengerin The Panturas, youtube ngerekomendasiin
beberapa lagu lain. Salah satu yang cukup menarik perhatian dari segi thumbnail dan judul videonya adalah video klip
The
Cat Police-What They Do In The Summer.
Pertama kali
dengerin What They Do In The Summer,
itu kayak ndengerin FUR, band dari UK. Dan kalau ndengerin semua lagu mereka,
sebenarnya ngga tau acuan pakem genre mereka. Mungkin yang paling pas itu rock eksperimental, dibumbi dengan
nuansa-nuansa 60’s-90’s. Emang sih, ngga semua orang suka genre ginian. Tapi What They Do In The Summer itu catchy af. Trust me.
The
Cat Police sendiri beranggotakan Zaki Lazuardian
sebagai Vokalis, Jack Andie gitaris, Odong Page sebagai bassist, Dio D. Wijaya
sebagai keyboardist dan backing vocal, dan Sonhaji Saputro drummer dan ada juga
Gamma Gilang Akbar sebagai gitar additional tetap.
Mereka udah ngeluarin 1 album, 1 EP, dan 1
solo single. Albumnya yang dirilis pada tahun 2016 berjudul Tropical
Industries itu berisi 12 lagu dengan durasi total 55 menit 32 detik. Selanjutnya padda
2018 mengeluarkan single sebagai
pertanda comeback mereka setelah 2
tahun tanpa karya dengan judul Sunny Day
Is Over. Baru pada 2019 mereka akhirnya mengeluarkan EP dengan nama Mirror, Mirror
on the Wall berisi 6 buah lagu.
Mungkin kalau ada yang belum tau perbedaan single, EP, sama album bakal ku jelasin dikit. Jadi perbedaan paling
mencolok antara ketiganya ialah durasi dan jumlah track. Dimana single
berisikan 1-3 track dengan durasi
dibawah 30 menit. EP berisi 4-6 track dengan durasi kurang dari atau
sama dengan 30 menit. Dan album yang berisi 7 track atau lebih dengan durasi diatas 30 menit.
Lagu-lagu dari The Cat Police sendiri mungkin agak kurang familiar di Indonesia.
Pop ala ala dekade sebelum abad 21 lumayan mendominasi. Disertai efek raw yang audionya kayak ngga diedit sama
sekali. Kayak rekaman langsung masukin ke tracknya. Tapi overall, lumayanlah. 7/10.
Pemilihan lirik dalam lagu-lagunya
cenderung kearah postmodern. Meskipun
begitu ngga ngehilangin ke-asyik-an dan ke-santuy-an yang lagu mereka
pancarkan. Mungkin sebelum lagu-lagu sans
ala ala anak senja saat ini, lagu-lagu bergaya seperti ini yang didengerin para
kawula muda sebelum abad 21. Terutama di Eropa dimana berkembangnya style musik ini.
Cukup sekian Visi Peripheral edisi ketiga
kali ini. Stay tune buat info menarik
lainnya. Tungga ae tiap senin. See ya. Adios.

.jpg)
Komentar
Posting Komentar