SEBERAPA PENTINGNYA PENGETAHUAN POLITIK BAGI GENERASI MUDA?

 


   Halo semuanya, selamat hari Senin. Kali ini aku mau mbahas something yang bisa dibilang pembahasan “bapak-bapak banget”. Pokoknya kalau udah nyenggol masalah ini itu kesannya tua dan tertuju pada selera seseorang. Ngga tau kalo kalian, tapi menurutku hal ini cukup penting dan krusial. Warning diawal, kalau pembahasan kali ini tidak nyerempet kelompok tertentu. There is no cebong or kampret here. Angkat kaki kalian yang masih mengotak-ngotakin circle pakai pilihan politik. F U.

   Politik. Kita lihat definisinya dulu. Menurut bahasa, politik berasal dari bahasa Yunani yaitu politika yang berati dari, untuk atau yang berkaitan dengan warga negara. Secara luas artinya ialah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan kekuasaans khususnya dalam negara.

   Kalau dilihat dari pengertiannya, bisa diambil kesimpulan mengapa politik lebih sering dibahas bapak-bapak atau orang yang lebih berumur ketimbang kawula muda. Dan poin-poin itu juga berpengaruh pada pandangan seseorang terhadap sesuatu.

   Pertama, politik sering dihubung-hubungkan dengan orang yang berumur karena pembahasannya mengenai kepemimpinan, kekuasaan, dan sebagainya. Dimana pembahasan ini dianggap kurang menarik oleh anak muda. Banyak hal yang mereka lebih prefer bahas. Game, sepakbola, atau lain-lain yang mereka lebih suka.

   Kedua, politik itu dinamis. Kalau boleh diibaratkan, politik kayak premier league. Liga bola inggris. Dimana semua peserta punya kesempatan peluang menang yang sama besar. Bahkan tidak sedikit yang membuat kejutan. Sama dengan politik. Dinamis. Suatu ketika ada kedua partai yang bermusuhan malah berkoalisi. Bisa jadi ada seorang kader yang berpindah partai. Ada kalanya seorang yang terpilih menjadi kepala daerah harus mengikuti kemauan kelompok. Ada juga terkadang seorang yang mencetuskan kebijakan yang dulu dia lawan. Banyak hal.

   Aku yakin sampe sini banyak yang udah eneq sama pembahasan diatas. Ya begitulah. Belum lagi bumbu-bumbu penyedap lainnya macam buzzer, demo settingan, berita hoax grup WA keluarga. Banyak.

   Sedinamis itu politik. Hingga membuat politik ini terlihat fuck up dimata anak muda. Namun itulah yang menjerumuskan. Itulah pentingnya kita aware dengan politik. Politik tidak sesempit itu. Tidak melulu tentang demo, kasus korupsi, pemilu, caleg yang minta dicoblos, atau bahkan kelompok-kelompok mainstream macam cebong kampret. Ada banyak selain itu, tapi kita ngga akan mbahas itu karna bukan saatnya dan bukan tempatnya.

   It’s ok kalau kita ngikutin perkembangan zaman dengan teknologi dan kawan-kawannya. Tapi hal lain bukan berarti kita lupakan. Hal-hal yang penting dikehidupan nyata. Salah satunya politik. Hal ini mungkin sepele, tapi dampaknya gede. Bukan Cuma jangka pendek, tapi juga jangka panjang. Bukan cuma tentang kita, tapi anak cucu kita.

   Sejarah sendiri sudah mencatat, kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran pemuda yang sangat vital. Ingat peristiwa Rengasdengklok? Kalau lupa dibuka lagi. Seandainya para pemuda pada kala itu bodoamat dengan runtuhnya jepang akibat bom dari amerika, maka Indonesia ngga bakal merdeka 17 Agustus. Golongan tua akan tetap menunggu Jepang. Jika golongan muda pada ssat itu tidak mendesak Ir. Soekarno, Indonesia ngga akan memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus. Lihat? Anak muda. Generasi muda.

   Dari berjuta-juta masyarkat Indonesia yang ada, pasti ada mimpi-mimpi kecil membangun negri dengan inovasi-inovasi yang mengikuti zamannya. Ngga stuck disitu-situ aja. Bayangkan kalau inovasi-inovasi tadi, dibantu dengan tangan-tangan lain oleh generasinya yang saling peduli. Peduli dengan kemajuan negri ini. How beatiful it is?

   Mau ngga mau, suka ngga suka politik berbaur dengan kehidupan kita. Mulai dari harga sembako dipasar buat makan keluargamu, harga bensin buat vespa maticmu, atau bahkan UU yang mbikin heboh satu negara. Yes, dia ada disekitar kita. Dan jika kamu bodoamat dengan itu, dampaknya bukan jangka pendek men.

   Sekarang coba bayangin, hanya 1 dari 10 anak dari suatu generasi yang aware terhadap politik. Maka ketika generasi itu naik ke tingkat selanjutnya, akan ada kekosongan disitu. Siapa yang ngisi? Pihak luar yang punya kepentingan dalam negri, bisa. Golongan elite yang mau memperbudak rakyatnya, bisa juga. Atau malah generasi yang sedikit itu dijadikan boneka. Oleh siapa? Who knows. Sehingga muncul sebuah pertanyaan.

   Pertanyaannya bukan “apakah hal itu akan terjadi?” tapi “apakah kita akan membiarkan itu terjadi?”.

   Hmmm, sadar woi. Kita terlalu mengira bahwa politk hanya untuk orang dewasa sampai lupa kalau kita tak muda selamanya. Kita lupa kalau kebanyakan dewasa bukan karena usia tapi keadaan. Apakah keadaanmu belum mendewasakanmu? Atau kamu yang belum mau dewasa? Yang mana?

   Here some tips for anyone yang takut mengenal politik. Beberapa tips ini kalau dilakukan secara baik dan teratur, akan menjadikan kalian minimal jadi aware dan tahu sedikit TANPA memihak pada keadaan tertentu. Jujur ae ini agak sulit apalagi media sekarang kntl anjg bngst. Banyak yang disetir dan malah misskonsepsi.

   Satu, jangan males mbaca. Dari mana aja. Buku-buku sejarah, pandangan seorang tokoh mau itu yang masih hidup atau udah almarhum. Baca. Dengan itu kalian bakal dapat pandangan-pandangan baru dalam situasi tertentu. Kalian ngga mudah main hakim sendiri dan ngga bakal cepat-cepat ambil kesimpulan. Secara ngga langsung, itu berdampak ke kehidupan nyata kan?

   Kalau pun mau mbaca artikel berita, usahakan jangan membaca dari satu sumber. Usahakan lebih dari satu media. Karna kita ngga tahu apakah media itu “ditunggangi” atau ngga. Cari juga media yang punya kredibilitas tinggi biar makin percaya.

   JANGAN CEPAT PERCAYA GRUP WA KELUARGA. Harusnya banyak yang relate sama itu. Apalagi om tante atau siapanya kalian yang nyebar hoax. Ciri-ciri hoax paling gampang itu ngga ada link berita, ngga ada keterangan yang  jelas, isinya rancu, dan totally cuman share-share dan share. Mirip hadits dhaif lah.

   Sebagai generasi muda, JANGAN PERNAH MALU ATAU SUNGKAN buat ngingetin yang lebih tua dari kalian. Jelasin yang sopan dengan bahasa yang baik. Kalau dikacangin? Ya coba lagi. Kalau dikacangin lagi? Ya coba lagi dong. Nyerah amat.

   Kedua, sering-sering diskusi. Diskusi disini harus ada pembahasan yang mau diperbincangkan dan harus ada batas-batas yang tidak boleh dilalui. Contoh, lagi mbahas kebijakan tentang pendidikan, ya gausah nyerempet hal lain yang ngga berhubungan. Sering-seringin diskusi, tapi jangan sering-sering.

   Tiga, harusnya ini buat generasi atas sih. Soalnya yang biasa ngelakuin ini mereka, hehe. Tapi siapa tau diantara kalian masih ada yang gitu. Tolong ya untuk berhenti mengelompok-ngelompokkan individu berdasarkan pandangan politiknya. Memang, pandangan politik seseorang menggambarkan pandangannya terhadap hidup. Namun, itu bukan faktor penentu absolutnya. Banyak faktor-faktor lainnya. Jadi, tolong ya.

   Buat penutupnya, ayok semua, sama-sama berubah. Jadi lebih baik. Bukan buat kepentingan pribadi maupun kelompok, tapi buat semuanya. Buat kepentingan satu negara dan generasi selanjutnya. Ok?

   Semua yang aku tulis diatas pure pendapat pribadi tanpa ada niatan nyindir siapapun kecuali kalian-kalian generasi angkatanku seng senengane scroll tiktok tapi sambatan urip e gak enak tros. Blok.
kalau ada salah kata mon maap, kalau ada kekecewaan atau kurang setuju bisa didiskusikan secara sehat ke akun instagram @yourfavoritepotatochips atau @ndy.fandy. makasih semuanya.

Cheers!


Komentar

Postingan Populer