VISI PERIPHERAL #04: LOMBA SIHIR, MBIKIN ALBUM DARI BUDGET INFLUENCER

 

   Ok ok. Visi peripheral harusnya publish hari senin. Tapi kenapa kok rilis hari sabtu? Karena kemaren ada kejutan dari band pendatang baru yang personilnya ngga baru-baru banget dari skena musik Indonesia. Ngga nanggung, mereka rencana mbikin album dengan budget influencer. Ngga kaget sih. Memperkenalkan pada kalian, Lomba Sihir.

   Lomba Sihir beranggotakan Baskara Putra a.k.a vokalis .feast a.k.a Hindia, Wisnu Ikhsantama, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, Natasha Udu, dan Rayhan Noor. Kapan band ini terbentuk? Tahun ini. Baru banget keluar dari oven. Masih freshhh. Begitu pula single perdana mereka berjudul Hati dan Paru-paru. Untuk lagunya sudah mengudara disemua layanan streaming musik pada juma’t (26/2) pukul 00.00 dan video clip-nya yang tayang di kanal youtube mereka yaitu Lomba Sihir pukul 16.00. check dulu gih!

   Ngga banyak yang bisa dibahas karena baru satu single. Tapi banyak yang bisa diobrolin dari single yang umurnya baru 24 jam ini.

   Yang pertama, lagu ini mbawa kesan yang chill banget dengan pembawaan yang asik. Beat-nya dari awal udah catchy banget, jadi ngga bakal bosen sampe akhir lagu. Ditambah perpaduan gitar dan suara khas hindia dan natasha udu sebagai vokalis.

   Yang kedua, menurutku lagu ini sangat sangat bisa didengerin dalam keadaan apapun. Mau dibuat jogging pagi, ok. Mau dibuat nyantai dirumah bisa banget. Mau buat naikin mood yang lagi jelek juga bisa. Mau didengerin pas lagi macet-macet dijalan, tambah bisa. Pokoknya lagu ini mbikin chill tapi tetep bangkitin mood nih lagu.

   Yang ketiga, lirik. Aku salah satu orang yang aware sama lirik. Tipikal kalo ada lagu enak, pingin banget ngulik si liriknya. Sama kayak lagu satu ini, apalagi ini bahasa Indonesia. Ternyata dibalik lagu yang beat-nya catchy, vibenya nyantai, dan naikin mood kita, ada pesan dibalik lagunya. Siapa sangka ternyata lagu kayak gini itu bertema kehidupan di Jakarta. Kalau emang mau ndengerin dulu gapapa. Nikmatin dulu suara Baskara dan Natasha. Karena setelah ini kita bakal bedah lirik.
(biar panjang aja sih wkwkwkwk)

 


Melesat di jantung nusantara
  
keliatan banget liriknya menggambarkan kondisi di Jakarta sebagai ibukota negara dan “jantung” Indonesia.

Berdansa bermandikan cahaya
   Bisa diartikan kalau kondisi selanjutnya pagi hari. Cahaya dari sinar mentari. Kalau disambung sama lirik selanjutnya, besar kemungkinan aktifitasnya lagi berangkat kerja.

Layar layar dahsyat menyangga angkasa
   Layar-layar dahsyat ini aku masih bingung. Bisa aja gedung pencakar langit, bisa juga baliho. Tapi ya semacam itu lah.

 Pandar warna warni menghias udara
   Kalau dicari dikamus, pendar artinya ngga jauh beda sama yang berbau-bau cahaya

Siasat pemasaran termahal bangsa
   Ini aku bingung. Sumpa.  Jadi skip aja la ya.

Latar cerita patah mimpi manusia
   Bisa jadi benar bisa jadi salah. Ada banyak orang yang merantau ke Jakarta merelakan mimpinya terkubur demi sesuatu yang lain yang lebih penting.

 

Kota memburu anak yang  lugu
   Kalo dari aku, bisa jadi artinya kota Jakarta sebagai kota yang besar dengan tingkat urbanisasi yanag ngga terkontrol. Banyak warga dari desa, yang disini “lugu” dalam artian tidak tahu apa-apa yang penting ngerantau ke Jakarta demi memiliki pendapatan yang lebih baik.

   Atau, Jakarta adalah kota yang keras dimana orang dewasa saja bekerja keras “melawan” Jakarta. Seakan-akan Jakarta “memburu” anak kecil yang masih lugu.

Jadilah licik seperti hantu
    Maksud licik sebenarnya bukan licik yang buruk. Dimana licik disini ialah pintar-pintar bertahan hidup di kota yang keras ini.

Sedikit senyum palsu
   Ini bisa dua arti lagi. Sedikit senyum palsu bisa berfungsi menyembunyikan masalah dengan tetap tersenyum, atau memberikan senyum palsu untuk orang-orang tertentu. Sometimes you have to fake your smile.

Bawa luaraan baru
   Bisa jadi kondisi saat melamar pekerjaan. Atau bahkan saat sudah bekerja, setidaknya tetap menjaga gaya kita.

Tertawalah walau tak lucu
   Ini gatau apakah dari kisah nyata atau ngga. Tapi kita semua tahu lah ya kalau kadang ada atasan yang mbikin banyolan yang ngga lucu. Sebagai bawahan, setidaknya tertawalah walau tak lucu

Kenakan sepatu terbaikmu
    Masih dalam nuansa melamar pekerjaan. Pandangan pertama itu penting.

Kau jaga hati dan paru-paru
   Aku ngartiin disini bahwa hati ialah kesehatan mental dan paru-paru ialah kesehatan fisik. Atau bisa jadi maknanya memang menjaga kesehatan

Dari taring tajam malam minggu
   Nah, kalau disambungin ke lirik sebelumnya, “jaga hati dan paru-paru dari taring malam minggu” bisa aja berarti jaga kesehatan dari hal-hal yang biasa dinikmati orang saat malam minggu. Minum bisa bahaya buat hati. Ngerokok bisa bahaya buat paru-paru. Mungkin gitu kali ya. Sotoy bet gw sotoy.

Jutaan insan yang sibuk menari
   Kembali ke kondisi dipagi hari dimana orang-orang pada berangkat kerja, kuliah, atau sekolah.

Menggulung thamrin hingga antasari
   Macet. Fix ini mah.

Dengan cerita dan luka pribadi
   Ngga usah diartiin ini mah.

Mengulur waktu hingga senin pagi
   Ini penting. Lirik mungkin maksudnya kondisi weekend dimana orang pingin banget leha-leha, nayntai, pokoknya gimana caranya senin pagi masih lama. Senin pagi identik dengan back to the reality dimana harus ngulang siklus yang sampe sampai malam minggu.

Kota memburu anak yang  lugu
Jadilah licik seperti hantu

Irit pakai nurani
   Dikira-kira. Apa bisa kalau beli ini itu tapi akhir bulan tetep bisa makan. Jajan sana sini tapi akhir bulan kebutuhan tetap terpenuhi. Semua jelas pake nurani.

Perbanyak basa-basi
   Perbanyak relasi dan kenalan. Dimana hidup di Jakarta, ngga bisa hidup sendiri. Harus punya sekutu.

Dan perlahan pasti kau kan miliki lantai yang tinggi
   Hmm, problematika Jakarta dari tahun ke tahun. Banjir. Perlahan-lahan orang yang kerja keras, semoga bisa beli rumah yang ngga kena banjir. Stay safe semua yang lagi kena musibah.

Kota memburu anak yang  lugu
Jadilah licik seperti hantu
Kota memburu anak yang  lugu

   Ada pengulangan disini. Entah memang pengulangan biasa atau menekankan bahwa memang Jakarta memburu anak yang lugu.

Tega sedikit jangan ragu
   Jangan jadi “yes man” yang apa pun dari semua orang di-iya-in. Jahat dikit boi.

 

Mungkin sekian dulu, pembahasannya. Intinya lagu ini keren banget sebagai permulaan dari band ini. Selamat buat Lomba Sihir. Selamat pecah telur. Ditunggu albumnya.

Cheers!


Komentar

Postingan Populer