CATATAN PERTENGAHAN QUARTIL PERTAMA DUARIBUDUAPULUHSATU
semoga semuanya dimanapun kalian berada dan dalam kondisi apapun kalian selalu
berada lindungan Yang Kuasa. Aamiin.
2021. Dimana terakhir kali kalau
diingat-ingat, semua orang berharap 2021 menjadi tahun yang lebih baik daripada
2020 yang fuck up parah. Semua merayakan kesuksesan mereka survive di 2020. Horayyyy! And then here’s come January. Welcome to
the next stage.
Januari baru bergulir. Setidaknya kita sudah
1/12 bulan di 2021. Gimana? Masih kayak tai? Baru 1 bulan kita sudah dicekoki
dengan banyak peristiwa. Mulai dari tanah bergerak di Jawa Barat, Longsor di
Sumedang, banjir Kalimantan Selatan, Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, gempa di Sulawesi
Barat, angka covid-19 yang terus melunjak hingga mencapai angka 1 juta, sampai
meninggalnya Syekh Ali Jaber. Are we hoping for this? I’m not sure.
Setelah seminggu kupikir-pikir, semua yang
terjadi, yang pada dasarnya ialah kehendak Tuhan, tidak pantas tidak kita
harapkan. Why? Karna terkadang kita perlu diberi sedikit “pelajaran”. Orang
bilang kita perlu “disentil”. Ngga. Kita perlu “digampar”. Kalo ngga gitu
kebanyakan manusia masih ngga sadar. Yang “dipukulin” aja kadang ngga sadar.
Apalagi cuman disentil. Ngerti maksudku ngga sih?
Ngga pantas juga kita menyalahkan tahun.
“Semua karena 2020!”, “2020 adalah tahun terburuk!”, “Aku benci 2020!” Fuck.
NO! Ini bukan salah tahun. It is not there fault. Semua yang terjadi ke aku, ke
kamu, ke kita, ke kalian, itu sudah ada yang ngatur.
Sedikit crita. Aku kehilangan teman pada
awal 2020. Pertengahan 2020, nenekku meninggal. Dan diakhir 2020, i lost a
girl. Ancur? Ancur bos. Berceceran. Bayangin, siswa tahun akhir, dengan banyak
tekanan kayak gitu kek mana rasanya. Pingin marah tapi ke siapa? Ngga ada. It’s
just happend
Tapi, kalau aku ngga kehilangan teman, aku
ngga bakal bisa berdiri sendiri. Aku ngga akan pernah bisa try hard sendiri. Aku ngga
akan tahu rasanya berjuang sendiri. I will never know. Kalau aku ngga
kehilangan seorang nenek, aku akan tahu betapa pentingnya sebuah keluarga.
Meskipun in some case itu ngga
berlaku untuk beberapa orang. Tapi buatku, keluarga nomer 1.
Kalau aku ngga kehilangan cewe dipenghujung 2020, aku ngga bakal tau rasanya
patah hati. Aku akan terus menerus berharap dan berharap dan berharap. I will
never know.
Dan dari semua yang diatas, i got a lesson.
JANGAN PERNAH mengharapkan apapun PADA SIAPAPUN kecuali DIRIMU SENDIRI. Jangan
pernah berharap esok akan lebih baik, tapi kerjaanmu cuman liat tiktok, scrool IG, nonton netflix, marathon
drakor. Bangkit, anjeng! Yang lari udah banyak. Hidup bukan balapan lari, tapi
pitstop bukan FINISH! GRAB WHAT YOU NEED NOW!
And if u survive, and you reach something,
don’t forget to celebrate. With yourself.
Just you and you. This year is still long. Don’t waste ur time. Ok? See ya!


.jpg)
Komentar
Posting Komentar