AMBIS ABIS !
Sebagai siswa semester akhir
alias siswa kelas 12 SMA, tentunya saat ini lagi sibuk-sibuknya
mempersiapkan segala hal untuk ke jenjang selanjutnya yang lebih serius.
Pastinya kulliah. Ngga. Aku gak pingin rabi enom c*k. Emoh. Sorry kasar,
lanjut.
Meski ngga rajin-rajin amat, dan
jadwal ketat banget (wes koyok lagging bencong), namanya manusia butuh
refreshing. Kondisi kayak gini refreshing paling gampang ya rebahan di kamar,
internet lancar dan jajan tersedia. Tak lupa charger. Nikmat Tuhanmu yang mana
lagi yang kau dustakan.
Kemaren, lagi scroll-scroll IG dan ngga sengaja nemu video tiktok yang
lagi “nyindir” anak “ambis”. Yes, kata itu kayaknya sedang ada pembelokan makna
di golongan tertentu yang menjadikan kata ambis ini tadi jadi konotasinya
negatif. Sekali lagi aku tekan kan segelintir golongan.
Jadi, divideo itu, intinya, anak
“ambis” atau anak yang “pinter” kalau ulangan ngga mau kasih jawaban lah, kalau
ada yang presentasi ditanyain ampe mampus biar dapet nilailah, dan banyak lagi.
Tentunya kolom komentarnya berisi curhatan-curhatan serupa. Well, kurang lebih
kondisinya kayak gitu.
Kalau meruju pada KBBI, ambis sendiri diambil dari kata ambis atau
ambisius yang artinya, berkeinginan
keras mencapai sesuatu (harapan, cita-cita); penuh ambisi. Dari penjelasan
katanya sudah dapat diketahui motif utama seorang yang ambisius. Tapi ayok
diliat dari sisi lain.
Yang masih belum jelas aku critain dikit.
Jadi anak ambis saat ini digambarkan sebagai anak pintar dan rajin disuatu
kelas atau bahkan sekolah yang mati-matian mencapai PTN yang dia ingin kan.
Kurang lebih pengertian untuk saat ini itu. Dan tak sedikit pula dari mereka
yang mengesampingkan pertemanan demi ambisi mereka tercapai. Apalagi kondisinya
saat ini kayak gini. Well, semua kembali ke masing-masing.
Apa yang mau aku jelasin disini ialah, ngga
semua “anak ambis” itu kayak gitu. Kenapa? Karna kita ambis dijalan kita
masing-masing. Ambisius dengan jalan kita sendiri. Contoh, ada yang ambisius
belajar mati-matian buat bisa masuk kuliah impian. Ada yang mati-matian ngejar
seorang cewe buat dijadiin pacar. Ada yang mati-matian nyari uang tambahan buat
beli sesuatu yang dia pingin. Ada yang kerja keras buat belajar suatu
game biar bisa jadi atlit e-sport. Ada yang latihan fisik siang malam, ngejaga
makan biar bisa masuk sekolah kedinasan. Semua ada ambisi masing-masing.
we are ambitious in our own way. Jadi menurutku ngga perlu lagi mengotak-ngotakan ambis
cuman untuk satu golongan aja.
Ambis yang identik dengan anak pinter dan
rajin. Tapi bukan berarti seseorang yang bekerja keras dengan cara lain itu
ngga ambisius. Bukan berarti dia ngga bisa mencapai keinginan yang dia capai.
No. Anak
yang pinter dalam banyak mata pelajaran tapi tidak peduli dengan temannya, ngga
lebih baik daripada anak bodoh yang setia kawan dan tau apa yang harus dia
lakukan.
Tapi, setiap anak ambis pasti punya latar
belakang crita yang berbeda-beda selain tujuan utamanya ialah mengejar impian.
Contoh, mewujudkan cita-cita orang tua, mengikuti jejak orang tua, atau janjian
dengan teman seperjuangan dan bersama-sama masuk kampus impian. See? Ngga semua anak ambis itu jelek
kok. Some of them still have a heart.
don't be judgemental, people. Stop it.
Buat semua anak ambisius diluar sana, kalau
masih mbaca sampe sini ya Alhamdulillah, kalau berhenti mbacaa gara-gara bete
juga gapapa. Pesenku, jangan maksa. Semua ada waktunya. Pitstop diciptakan
untuk istirahat sejenak untuk melesat kembali. Hidup ngga segitunya juga.
Jangan sampai kamu gagal ngeraih mimpi karna ulahmu sendiri. Istirahat, makan
yang cukup, tidur yang cukup. Selain njaga fisik, itu njaga mental. Stay
healthy ya...
Buat semua anak yang ngga ambis, yang ngga
merasa dirinya pinter-pinter amat tapi masih ngga ngapa-ngapain, SADAR GBLK! Hidupmu bakal stuck kayak
gitu terus kalau cuman dibuat diem dan nynyirin si “ambis”. Gerak dikit kek.
Selangkah sehari. Apa? Mau njagain hidup ke orang tua? Sampe kapan? Tuhan
mbalikin keadaan hamba-Nya kayak mbalikin telapak tangan boss. Bangun. Kalian
ngga akan mati kok kalau ngga push rank. Kalian ngga akan mati kalau kelewatan
drakor favorit kalian. Sadar ya. Tolong.
Terakhir, aku minta maaf ke semua yang mbaca
ini. Kalau ada yang tersindir ya aku minta maaf, toh itu tujuan utama aku nulis
kali ini. Kalau ada yang terwakili hatinya, sama-sama. Soal e kadang ngerasa
gitu juga. Agagagaga. Intinya MAAF YA
SEMUA!
Ciao
fellas!
c u on
top~


.jpg)
Komentar
Posting Komentar